Minggu, 26 Oktober 2014

Konsumsi Berencana di Ruang Makan Kita



Daya dukung alam dalam memberikan perlindungan akan kebutuhan pangan berjalan linier, sementara itu pemenuhan konsumsi manusia berlaku eksponensial.

Dengan menggunakan logika Thomas Robert Maltus, maka bencana demografi terjadi ketika terjadi kelangkaan bahan pangan yang menjadi kebutuhan dasar utama.

Menekan wants yang keinginan itu menjadi tunduk hanya pada needs, akan membuat kita mampu mengendalikan konsumsi ditingkat sesuai kebutuhan sustain bagi kehidupan.

Kebutuhan importase pangan yang terjadi secara fenomena aktual bangsa ini terjadi karena nilai kebutuhan lebih tinggi dari kemampuan mencukupinya.

Terdapat 2 aspek penting, pertama: soal akses akan sumber pangan, kedua: terkait masalah distribusi pangan yang menyeluruh.

Pada kedua point tersebut, tentu peran pemerintah yang berkaitan dengan alokasi kewenangan serta kemampuan melalui kebijakan harus menjamin pemberikan perlindungan bagi segenap warga negara.

Disisi lain, peran warga negara yang memiliki kemampuan mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasar pangan tersebut, memastikan konsumsi tepat sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan adalah sebuah sikap utama.

Konsumsi yang direncanakan, memastikan ketersediaan bahan pangan tercukupi dan dapat menyokong konsepsi ketahanan pangan sehingga kita mampu berdikari dalam kemandirian pangan.

Pertambahan produksi bahan pangan yang selaras dengan kebutuhan konsumsi, sudah barang tentu akan membutuhkan waktu dalam pengembangan sektor pertanian, terlebih konsep Maltus mensyaratkan kesenjangan.

Secara paralel, proporsi dalam berhemat dan mengurangi wants konsumsi pangan hanya sekedar kebutuhan dasar menyambung kehidupan, akan sangat membantu memberikan kepastian ketercukupan pangan.

Jadi mulailah gerakan konsumsi berencana, sesuai kebutuhan bukan keinginan yang mubazir dan berlebihan. Rencanakan makanan Anda, dan makanlah apa yang sudah direncanakan sesuai kebutuhan hidup, bukan untuk kemewahan hidup.

sumber foto: dok pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar