Kamis, 11 Desember 2014

Jurus Kunci Dunia Tak Bertapal Batas #Akses Internet

Dunia adalah satu kampung yang besar, demikian pameo yang sering kita dengar, dan kondisi tersebut menjadi sebuah kenyataan yang tidak dapat dihilangkan dari realitas kekinian. Bahwa globalisasi telah menjadi suatu era baru yang menyatukan seluruh bagian didunia ini seolah tanpa sekat batas lintas negara dan merentang waktu, berkat kemajuan teknologi informasi.
 
Peradaban modern dibangun dengan basis kemajuan akan pertukaran arus data dan informasi, dan internet menjadi bagian dari keseharian, merupakan budaya baru yang tidak bisa terpisahkan. Bahkan pola interaksi sosial pun menjadi berubah dengan keberadaan internet, jejaring social dan berbagai fungsi aplikatif lain diinternalisasi menjadi sebuah kebiasaan.
 
Bahkan kemajuan sebuah negara dimasa depan, akan sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam melakukan perbaikan sistem jaringan informasi dan komunikasi dengan pertukaran data yang difasilitasi melalui internet. Tentu banyak sekali multiplier effect yang dapat dihasilkan dengan memperbaharui dan merevitalisasi jaringan internet secara nasional.
 
E-commerce akan semakin meningkat, potensi ekonomi suatu lokal tertentu dapat diangkat kepermukaan tanpa hambatan, dan mempertemukan aspek demand serta supply yang dipermudah melalui komitmen bersama dalam keterbukaan hubungan ekonomi secara multilateral pada kerangka regional, yang saat ini menjadi perbincangan hangat mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
 
Saat kita hendak menjadi pemain yang dominan, maka aspek penguasaan teknologi menjadi faktor yang utama, dan dalam hal ini aksesibilitas publik akan internet dengan kecepatan tinggi menjadi sebuah problem substansial yang harus segera dipecahkan, karena kita sebagai sebuah negara-bangsa tentu tidak hanya akan menjadi pelaku pasif pada percaturan ekonomi kawasan.
 
Oleh karena itu, segala upaya dalam penciptaan infrstruktur internet dan akses yang lebih meluas dalam kuantitas dan kualitas jelas menjadi sebuah harapan yang harus dirumuskan sebagai action plan untuk kemudian direalisasikan. Bangsa ini memiliki segudang kemampuan yang harus dipromosikan dan menjadi nilai kompetitif untuk dapat bersaing ditingkat internasional.
 
Ketika kerangka pendekatan pasar secara global masih mempergunakan metode konvensional, maka bisa dipastikan kita menjadi bagian yang tertinggal. Prinsip seperti yang diungkapkan Jokowi dalam strategi mengahadapi era pasar bebas yang dinyatakan sebagai langkah, “menyerang terlebih dahulu sebelum diserang” sesungguhnya menyiratkan bahwa kita harus lebih aggresif.
 
Pada titik ini, agresifitas kemudian disupport secara optimal melalui dukungan internet yang akan semakin memperluas jangkauan dan cakupan kita baik dalam melihat potensi domestik serta mempertemukan hal tersebut dengan berbagai peluang yang terdapat diberbagai belahan mancanegara. Sekali lagi, kunci ekonomi dimasa mendatang adalah e-economic dan akses internet kuncinya.
 
sumber foto: www.ktv-ege.ba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar